”Buah dan Biji”
Oleh:
NUR AZIZAH
NIM. D1B1 18 056
PROGRAM STUDI AGROTEKNOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2018
BAB
1. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Buah
merupakan hasil penyerbukan pada bunga yang kemudian di ikuti dengan pembuahan
yang akan menghasilkan bakal buah (ovarium) dan bakal biji (ovulum) yang
kemudian tumbuh menjadi buah dan biji dimana biji inilah yang akan tumbuh
menjadi calon tumbuhan baru. Buah biasanya membungkus dan melindungi biji. Aneka
rupa dan bentuk buah tidak terlepas kaitannya dengan fungsi utama buah, yakni
sebagai pemancar biji tumbuhan. Dari sudut pandang epolusi biji merupakan
embrio atau tumbuhan kecil yang termodifikasi sehingga dapat bertahan lebih
lama pada kondisi kurang sesuai untuk pertumbuhan. Dengan dihasilkannya buah
dan biji tumbuhan dapat mempertahankan jenisnya dan dapat pula terpencar ke tempat lain.
Pada
umumnya buah hanya akan terbentuk sesudah terjadi penyerbukan dan pembuahan
pada bunga. Walaupun demikian mungkin pula buah terbentuk tanpa ada penyerbukan
dan pembuahan.Peristiwa terbentuknya buah yang demikian itu dinamakan
partenokarpi (Parthenocarpy). Buah
yang terjadinya dengan cara ini biasanya tidak mengandung biji, atau jika ada
bijinya, biji itu tidak mengandung lembaga, jadi bijinya tidak dapat dijadikan
alat perkembang biakan. Pembentukan buah dengan cara ini lazim kita dapati pada
pohon salak (Salaca adulis L.).
Pada
tumbuhan umumnya dapat digolongkan dalam dua golongan yaitubuah semu dan buah sungguh. Buah semu
atau buah tertutup, adalah buah berbentuk dari bakal buah beserta bagian-bagian
lain pada bunga itu yang menjadi bagian utama buah ini (lebih besar, lebih
menarik perhatian dan sering kali merupakan bagian buah yang bermanfaat atau
dapat dimakan), sedangkan buah yang sesungguhnya kadang tersembunyi. Dibedakan
atas tiga macam yaitubuah semu tunggal, buah semu ganda dan buah semu
majemuk.Sedangkan pada buah sungguh atau buah telanjang, yang selalu terjadi
dari buah dan jika ada bagian bunga lainnya yang masih tinggal bagian ini tidak
merupakan bagian buah yang berarti. Dibedakan atas tiga macam yaitubuah sejati
tunggal, buah sejati ganda dan buah sejati majemuk.
Biji adalah bakal biji (ovulum) dari tumbuhan berbunga yang
telah masak. Biji dapat terlindung oleh organ lain (buah, pada angiospermae
atau magnoliophyta) atau tidak (pada gymnospermae). Dari sudut pandang evolusi,
biji merupakan embrio atau tumbuhan kecil yang termodifikasi sehingga dapat
bertahan lebih lama pada kondisi kurang sesuai untuk pertumbuhan. Dengan
demikian biji telah memperlihatkan diri sebagai perkembangan penting dalam
reproduksi dan pemencaran spermatophyte (tumbuhan berbunga atau tumbuhan
berbiji) sperma biji phyton tumbuhan
dibandingkan dengan tanaman yang lebih primitive seperti lumut, lumut
hati dan pakis, yang tidak memiliki biji dan menggunakan cara lain untuk
menyebarkan diri. Ini tampak pada kenyataan bahwa tumbuhan berbiji mendominasi
trelung-relung biologi sejak dari padang rumput hingga ke hutan,baik di wilayah
tropis maupun daerah beriklim dingin.
Biji merupakan suatu struktur
kompleks, yang terdiri dari embrio atau lembaga, kulit biji dan persediaan
makanan cadangan. Perkecambahan merupakan permulaan atau awal pertumbuhan
embrio di dalam biji. Biji yang
berkecambah dapat membentuk plumula karena di dalamnya mengandung embrio. Embrio mempunyai 3 bagian,
yaitu radikula (akar lembaga), kotiledon (daun lembaga), dan kaulikalus (batang
lembaga). Oleh karena itu, praktikum buah dan biji ini di laksanakan.
Berdasarkan
uraian diatas maka pentingnya dilakukan praktikum tentang buah dan biji untuk
mengetahui bentuk-bentuk buah dan biji, sifat dan jenis-jenis buah dan biji.
1.2. Tujuan dan Kegunaan
Tujuan dari praktikum
ini adalah untuk memberikan
pengalaman kepada praktikan dalam melakukan pengamatan terhadap bermacam bentuk
buah serta biji dan untuk memberikan kemampuan kapada praktikan untuk medeskripsikan
berbagai macam bagian buah dan biji
Kegunaan dari praktikum ini adalah dapat
memberikan pengalaman kepada
praktikan dalam melakukan pengamatan terhadap bermacam bentuk buah serta biji
dan dapat memberikan kemampuan kapada praktikan untuk medeskripsikan berbagai
macam bagian buah dan biji.
BAB
2. TINJAUAN PUSTAKA
Buah (fruktus) adalah
organ pada tumbuhan berbunga yang merupakan perkembangan lanjutan dari bakal
buah (ovulum). Buah terbentuk setelah terjadi setelah terjadi peristiwa
penyerbukan. Jika penyerbukan berhasil, dimana serbuk sari berhasil mencapai
bakal buah. Maka akan terbentuk buah dan biji. Buah biasanya membungkus dan
melindungi biji. Aneka rupa dan bentuk buah tidak terlepas kaitannya dengan
fungsi utama buah, yakni sebagai pemencar biji tumbuhan (Published, 2015).
Setelah
terjadi penyerbukan yang diikuti dengan pembuahan, bakal buah tumbuh menjadi
buah dan bakal biji tumbuh menjadi biji. Bagi tumbuhan biji (spermatophyta),
biji ini merupakan alat perkembangbiakan yang utama, karena biji
mengandung calon tumbuhan baru (lembaga). Dengan dihasilkannya biji, maka
tumbuhan dapat mempertahankan jenisnya dan dapat pula menyebar ke lain tempat (Jhera, 2011).
Buah yang terbentuk
tanpa melalui proses polinasi dan fertilisasi disebut buah partenokarpi, yang
tidak memiliki biji. Partenokarpi lebih bermanfaat bagi peningkatan kualitas
dan produksi buah, khususnya pada jenis tanaman komersil (hortikultura). Partenokarpi
buatan dapat diinduksi melalui aplikasi zat pengatur tumbuh seperti giberelin (Wijayanto,
2012).
Secara umum ada dua macam jenis buah, yaitu buah sejati
(buah sungguh) dan buah semu. Buah sejati adalah buah yang terbentuk dari bakal
buah.Pada buah sejati seluruh jaringannya berasal dari bakal buah. Pada buah
sejati dapat dibedakan menjadi buah sejati tunggal kering, buah sejati basah
dan buah sejati ganda. Buah sejati tunggal kering contohnya buah padi, jagung
dan buah bunga matahari. Buah sejati tunggal basah contohnya buah mangga,
alpukat, semangka dan papaya. Buah sejati ganda adalah buah terbentuk dari satu
bunga yang memiliki banyak bakal buah. Masing-masing bakal buah tumbuh menjadi
buah tersendiri, lepas-lepas, namun akhirnya menjadi kumpulan buah yang nampak
seperti satu buah.Buah sejati ganda dibedakan menjadi empat jenis buah kurung
ganda, buah batu ganda, buah bumbung ganda dan buah buni ganda (Sutopo, 2010).
Buah semu adalah buah yang terbentuk dari bakal buah dan
bagian-bagian lain dari bunga. Contoh buah semu adalah arbei, nangka dan jambu
mede. Bagian yang kita makan adalah daun-daun bunga (tenda bunga) yang tumbuh
bersatu, menjadi tebal berdaging, manisdan berbau harum. Dinding buah yang
sesungguhnya terdapat didalamnya (Mikrajuddin, 2007).
Buah dapat pula dibedakan menjadi tiga yaitu, buah tunggal,
buah agregat, dan buah majemuk (buah berganda). Buah tunggal yaitu bila buah
dibentuk oleh satu bakal buah, misalnya buah mangga. Buah agregat yaitu bila
buah dibentuk oleh satu bakal buah dari satu bunga. Buah majemuk yaitu bila
buah dibentuk oleh banyak bakal buah dari banyak bunga, misalnya buah nanas dan
buah nangka (Tjahjadi, 2009).
Biji merupakan suatu struktur
kompleks, yang terdiri dari embrio atau lembaga, kulit biji dan
persediaancadangan makanan. Dalam
beberapa bijipada tumbuhan, makanan disimpan di dalam lembaga biji itu sendiri,
pada tumbuhan lain, makanan disimpan dalam jaringan di sekililingnya (Aryuliana, 2011).
Biji adalah organ yang sangat menentukan
kelangsungan generasi suatu jenis tumbuhan di alam. Bentuk dan ukuran biji,
baik antar jenis maupun di dalam jenisnya sendiri sangat beragam (Mursidawati,
2012).
BAB
3. METODE PRAKTIKUM
3.1. Tempat dan Waktu
Praktium
ini dilaksanakan di Laboratorium Agroteknologi Unit Agronomi Fakultas Pertanian
Universitas Halu Oleo, pada hari Selasa, 6 November 2018, pukul 08.00 WITA -
selesai.
3.2. Alat dan Bahan
Alat
yang digunakan pada praktikum kali ini adalah buku catatan praktek, pensil, penghapus
dan camera.
Bahan yang digunakan adalahkacang tanah (Arachis hypogeae L.), padi (Oryza
sativa L.),
jagung (Zea mays L.), nanas (Ananas comosus L.), jeruk (Cytrus sp.), mangga (Mangifera indica L.), kelapa (Cocos nucifera L.), salak (Salaca adulis L.), pepaya (Carica papaya L.),
nangka (Arthocorpus integra L.) dan semangka
(Citrullus lanatus).
3.3. Prosedur Kerja
1. Menggambar semua bahan beserta
bagian-bagiannya secara jelas yakni buah dan biji.
2. Menulis klasifikasi dan bahan-bahan
tersebut.
BAB
4. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1.
Hasil
Hasil pengamatan pada praktikum kali ini
adalah dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel1. Gambar buah dan biji
4.2. Pembahasan
Buah terbentuk melalui pericarp buah
yang berasal dari dinding ovary matang. Biji adalah ovule matang (mature)
terbentuk dari satu atau lebih ovule yang
terdapat didalam satu ovary. Kulit buah tersusun atas lapisan exocarp
yaitu lapisan terluardari pericarp (biasanya merupakan lapisan tipis ),
mesocarp yaitu lapisan dibawah exocarp (satu atau lebih) dan kadang lebih tebal
dan endocarp adalah lapisan terdalam, berdinding tebal dan mengeras pada saat
matang. Tangkai bunga (pedicellus) berfungsi
untuk menahan bagian-bagian bunga yang ada di bagian atapnya.Di atas tangkai
bunga terdapat reseptakel yang
berfungsi sebagai tempat menempelnya tangkai sari. Kelopak bunga (sepal) berfungsi untuk melindungi organ
bunga bagian atap, terutama sebagai tempat untuk melekatnya mahkota bunga.
Mahkota bunga (petal) berfungsi untuk
menarik serangga agar membantu dalam proses penyerbukan dan fungsi adaptasi
pada beberapa tanaman tertentu. Tangkai putik (stilus) berfungsi untuk menyangga kepala putik agar tetap berada pada posisi yang telah ditentukan.
Tangkai putik ini memiliki rongga atau saluran tabung serbuk sari yang
merupakan tempat untuk lewatnya polen yang berasal dari kepala sari yang
kemudian akan diteruskan menuju inti generatif (ovarium) untuk kemudian terjadinya pembuahan. Bakal buah (ovarium) berfungsi sebagai tempat
terjadinya pembuahan, dimana terjadi peleburan antara gamet jantan dan juga
gamet betina, sehingga dimungkinkan terbentuknya bakal buah.
Berdasarkan hasil praktikum yang
dilakukan dapat diketahui bahwa kacang tanah (Arachis Hypogeae L.) merupakan buah sejati karena pada saat
terbentuk buah tidak ada bunga yang terikut. Termasuk buah kering karena pada
saat masak kadar airnya rendah. Bagian-bagiannya terdiri dari kulit buah
(pericarp), mesocarp, dan tidak memiliki endocarp, pada biji nya ada yang
dinamakan testa yaitu lapisan paling luar biji dan termasuk tanaman dikotil.
Jagung (Zea mays L.) dikategorikan
sebagai buah semu karena pada saat terbentuk
buah ada bunga yang terikut. termasuk buah kering karena pada saat masak
kadar airnya rendah. Bagian-bagiannya ada yang dinamakan kelopak dan pada satu
biji jagung ada yang dinamakan testa yaitu lapisan terluar biji, endosperm, bembrio,
radikal (calon akar) dan plumule (calon daun). Pada jagung ini jumlah putik
menunjukkan jumlah biji yang terbentuk karena 1 putik akan mengantarkan 1
serbuk sari.
Padi (Oryza sativa L.) hampir sama dengan jagung dikategorikan sebagai
buah semu karena pada saat terbentuk
buah ada bunga yang terikut. Termasuk buah kering karena pada saat masak
kadar airnya rendah, bagian-bagian terdiri dari palea, lemna, dan rambut.
Termasuk tanaman monokotil berkeping satu.
Salak (Salacca adulis L.) hampir sama dengan jagung dikategorikan sebagai
buah semu karena pada saat terbentuk
buah ada bunga yang terikut. Bagian-bagiannya lengkap ada kulit buah
(pericarp), mesocarp dan endocarp. Termasuk tanaman monokotil.
Jeruk (Cytrus Sp.) dikategorikan sebagai buah sejati karena pada saat
terbentuk buah tidak ada bunga yang terikut. Bagian-bagiannya terdiri dari
pericarp, plafedo (mengandung minyak astiri) dan albedo. Jeruk ini di dalamnya
membentuk ruang dan nanti akan terdapat biji. Bagian-bagian biji terdiri dari
testa (kulit ari) untuk melindungi kotiledon dan embrio secara keseluruhan. Termasuk
tanaman dikotil (biji berkeping dua)
Nanas (Ananas comocus L.) dikategorikan sebagai buah semu karena pada saat
terbentuk buah ada bunga yang terikut. Termasuk buah basah karena pada saat
matang kandungan airnya tinggi. Termasuk buah majemuk karena terdiri dari
beberapa bunga.
Kelapa (Cocus nucifera L.) dikategorikan sebagai buah batu karena lapisan
terluar paling keras dan terdapat batok. Air dalam kelapa berasal dari dalam
tanah, air masuk melalui kulit buah ujung karena pada saat masih mudah kulit
ini belum mengeras jadi mudah sekali air untuk masuk kemudian pada saat tua
airnya tidak dapat keluar lagi karena mengeras.
Mangga (Mangifera indica L.) dikategorikan sebagai buah basah karena pada
saat matang kandungan airnya tinggi.Buah mangga ini terdiri dari 3 lapisan
yaitu pericarp (kulit buah), mesocarp dan endocarp), karena memiliki 3 lapisan
berarti tergolong buah batu. Biji nya terdiri dari testa, kotiledon dan embrio.
Pepaya (Carica papaya L.) dikategorikan sebagai buah basah karena pada saat
matang kandungan airnya tinggi, terdapat plasenta yaitu tempat melekatnya biji,
kemudian plasenta akan membentuk menjadi hilus dan bagian terluarnya da yang
dinamakan sarkotesta, memiliki 2 lapisan yaitu pericarp dan mesocarp karena
memili 2 lapisan berarti tergolong sebagai buah buni.
Nangka (Arthocorpus intergra L.) dikategorikan sebagai buah semu karena
pada saat terbentuk buah ada bunga yang terikut, terdapat tenda bunga yang
berfungsi untuk melindngi hampir sama dengan
jeruk termasuk tanaman biji berkeping dua (dikotil).
Semangka
(Citrullus lanatus) merupakan buah
sejati karena pada saat proses pembentukan buahnya tidak ada bagian bunga yang
terikut. Buah semangka merupakan buah buni yang memiliki lapisan exocarp dan
mesocarp.
BAB
5. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1.
Kesimpulan
Kesimpulan dari praktikum ini
yaitu bahwa buah dan biji memiliki lapisan yang hampir sama ratanya tetapi juga
memiliki bentuk biji yang berbeda-beda serta bentuk dan struktur. Buah
terbentukmelalui pericarp buah yang berasal dari dinding ovary matang. Biji
adalah ovule matang (mature) terbentuk dari satu atau lebih ovule yang terdapat
didalam satu ovary. Kulit buah tersusun atas lapisan exocarp adalah lapisan
terluar dari pericarp (biasanya merupakan lapisan tipis), mesocarp adalah
lapisan dibawah exocarp (satu atau lebih) dan kadang lebih tebal, dan endocarp
adalah lapisan terdalam, berdinding tebal dan mengeras pada saat matang. Kacang
tanah (Arachis hypongea) merupakan
buah sejati tunggal yang kering (siccus) yaitu buah sejati tunggal yang bagian
luarnya keras dan mengayu seperti kulit yang kering. Buah jeruk (Citrus sp.) termasuk buah sejati tunggal
berdaging dan berair, dengan dinding buahnya yang tebal. Nenas (Ananas comosus) termasuk buah buni
majemuk yaitu jika bakal buah masing-masing bunga dalam bunga majemuknya
membentuk suatu buni. Mangga (Mangifera
indica) termasuk dalam golongan buah sejati tunggal yang berdaging. Pepaya
(Carica papaya) merupakan buah sejati
tunggal yaitu buah sejati yang terjadi dari satu bunga dengan satu bakal buah
saja. Padi (O.sativa L.) adalah buah sejati tunggal yang kering (siccus),
yaitu buah sejati tunggal yang bagian luarnya keras dan mengayu seperti kulit
yang kering. Salak (Salaca adulis L.)
memiliki buah sejati tunggal bertipe buah batu berbentuk bulat sampai telur
terbalik. Kelapa (Cocus nucifera L.)
termasuk buah sejati tunggal yang berdaging (carnosus). Jagung (Zea mays L.) mempunyai bentuk, warna dan
kandungan endosperm yang bervariasi tergantung pada jenisnya.
5.2.
Saran
Saran
saya pada praktikum kali ini yaitu sebaiknya para praktikan lebih memperhatikan
asisten yang sedang menjelaskan materi praktikum agar dapat mengetahui dan
memahami apa yang dijelaskan.
DAFTAR
PUSTAKA
Aryuliana. 2011. Teknologi
Benih. Rineka Cipta. Jakarta.
Jhera.
2011. Buah dan Biji. www.jhera09.wordpress.com/2011/04/02/buah-dan-biji/. Diakses
pada tanggal O7 November 2018.
Mikrajuddin. 2007. IPA Terpadu SMP. PT Erlangga. Jakarta
Mursidawati. 2012. Morfologi Buah dan Biji Rafflesia
Patma dan R. Arnoldii. Jurnal
Buletin
Kebun Raya. 15 (1)
: 21-30.
Published. 2015. Materi Biologi Buah dan
Biji.http://www.slideshare.net/ayhiker hor/materi-biologi-buah-dan-biji. Diakses pada tanggal 06 November 2018.
Sutopo. 2010. Teknologi
Benih. Fakultas Pertanian UNBRAW. Malang.
Tjahjadi. 2009. Morfologi Buah dan Biji.Gajah Mada Press.Yogyakarta.
Wijayanto. 2012. Respon Hasil Dan Jumlah
Biji Buah Semangka (Citrullus Vulgaris)
Dengan Aplikasi Hormon Giberelin (Ga3).
Jurnal Agroteknos. 2
(1) : 57-62.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar