Minggu, 09 Desember 2018

Laporan Mingguan Pratikum Botani "BUAH dan BIJI"



LAPORAN MINGGUAN PRAKTIKUM BOTANI
”Buah dan Biji”



Oleh:

NUR AZIZAH
NIM. D1B1 18 056









PROGRAM STUDI AGROTEKNOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2018

BAB 1. PENDAHULUAN
1.1.  Latar Belakang
Buah merupakan hasil penyerbukan pada bunga yang kemudian di ikuti dengan pembuahan yang akan menghasilkan bakal buah (ovarium) dan bakal biji (ovulum) yang kemudian tumbuh menjadi buah dan biji dimana biji inilah yang akan tumbuh menjadi calon tumbuhan baru. Buah biasanya membungkus dan melindungi biji. Aneka rupa dan bentuk buah tidak terlepas kaitannya dengan fungsi utama buah, yakni sebagai pemancar biji tumbuhan. Dari sudut pandang epolusi biji merupakan embrio atau tumbuhan kecil yang termodifikasi sehingga dapat bertahan lebih lama pada kondisi kurang sesuai untuk pertumbuhan. Dengan dihasilkannya buah dan biji tumbuhan dapat mempertahankan jenisnya dan dapat pula terpencar ke tempat lain.
Pada umumnya buah hanya akan terbentuk sesudah terjadi penyerbukan dan pembuahan pada bunga. Walaupun demikian mungkin pula buah terbentuk tanpa ada penyerbukan dan pembuahan.Peristiwa terbentuknya buah yang demikian itu dinamakan partenokarpi (Parthenocarpy). Buah yang terjadinya dengan cara ini biasanya tidak mengandung biji, atau jika ada bijinya, biji itu tidak mengandung lembaga, jadi bijinya tidak dapat dijadikan alat perkembang biakan. Pembentukan buah dengan cara ini lazim kita dapati pada pohon salak (Salaca adulis L.).
Pada tumbuhan umumnya dapat digolongkan dalam dua golongan  yaitubuah semu dan buah sungguh. Buah semu atau buah tertutup, adalah buah berbentuk dari bakal buah beserta bagian-bagian lain pada bunga itu yang menjadi bagian utama buah ini (lebih besar, lebih menarik perhatian dan sering kali merupakan bagian buah yang bermanfaat atau dapat dimakan), sedangkan buah yang sesungguhnya kadang tersembunyi. Dibedakan atas tiga macam yaitubuah semu tunggal, buah semu ganda dan buah semu majemuk.Sedangkan pada buah sungguh atau buah telanjang, yang selalu terjadi dari buah dan jika ada bagian bunga lainnya yang masih tinggal bagian ini tidak merupakan bagian buah yang berarti. Dibedakan atas tiga macam yaitubuah sejati tunggal, buah sejati ganda dan buah sejati majemuk.
Biji adalah bakal biji (ovulum) dari tumbuhan berbunga yang telah masak. Biji dapat terlindung oleh organ lain (buah, pada angiospermae atau magnoliophyta) atau tidak (pada gymnospermae). Dari sudut pandang evolusi, biji merupakan embrio atau tumbuhan kecil yang termodifikasi sehingga dapat bertahan lebih lama pada kondisi kurang sesuai untuk pertumbuhan. Dengan demikian biji telah memperlihatkan diri sebagai perkembangan penting dalam reproduksi dan pemencaran spermatophyte (tumbuhan berbunga atau tumbuhan berbiji) sperma biji phyton tumbuhan  dibandingkan dengan tanaman yang lebih primitive seperti lumut, lumut hati dan pakis, yang tidak memiliki biji dan menggunakan cara lain untuk menyebarkan diri. Ini tampak pada kenyataan bahwa tumbuhan berbiji mendominasi trelung-relung biologi sejak dari padang rumput hingga ke hutan,baik di wilayah tropis maupun daerah beriklim dingin.
            Biji merupakan suatu struktur kompleks, yang terdiri dari embrio atau lembaga, kulit biji dan persediaan makanan cadangan. Perkecambahan merupakan permulaan atau awal pertumbuhan embrio di  dalam biji. Biji yang berkecambah dapat membentuk plumula karena di dalamnya  mengandung embrio. Embrio mempunyai 3 bagian, yaitu radikula (akar lembaga), kotiledon (daun lembaga), dan kaulikalus (batang lembaga). Oleh karena itu, praktikum buah dan biji ini di laksanakan.
Berdasarkan uraian diatas maka pentingnya dilakukan praktikum tentang buah dan biji untuk mengetahui bentuk-bentuk buah dan biji, sifat dan jenis-jenis buah dan biji.

1.2.  Tujuan dan Kegunaan
Tujuan dari praktikum ini adalah untuk memberikan pengalaman kepada praktikan dalam melakukan pengamatan terhadap bermacam bentuk buah serta biji dan untuk memberikan kemampuan kapada praktikan untuk medeskripsikan berbagai macam bagian buah dan biji
Kegunaan dari praktikum ini adalah dapat memberikan pengalaman kepada praktikan dalam melakukan pengamatan terhadap bermacam bentuk buah serta biji dan dapat memberikan kemampuan kapada praktikan untuk medeskripsikan berbagai macam bagian buah dan biji.











BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA
Buah (fruktus) adalah organ pada tumbuhan berbunga yang merupakan perkembangan lanjutan dari bakal buah (ovulum). Buah terbentuk setelah terjadi setelah terjadi peristiwa penyerbukan. Jika penyerbukan berhasil, dimana serbuk sari berhasil mencapai bakal buah. Maka akan terbentuk buah dan biji. Buah biasanya membungkus dan melindungi biji. Aneka rupa dan bentuk buah tidak terlepas kaitannya dengan fungsi utama buah, yakni sebagai pemencar biji tumbuhan (Published, 2015).
Setelah terjadi penyerbukan yang diikuti dengan pembuahan, bakal buah tumbuh menjadi buah dan bakal biji tumbuh menjadi biji. Bagi tumbuhan biji (spermatophyta), biji ini merupakan alat perkembangbiakan yang utama, karena biji mengandung calon tumbuhan baru (lembaga). Dengan dihasilkannya biji, maka tumbuhan dapat mempertahankan jenisnya dan dapat pula menyebar ke lain tempat (Jhera, 2011).
Buah yang terbentuk tanpa melalui proses polinasi dan fertilisasi disebut buah partenokarpi, yang tidak memiliki biji. Partenokarpi lebih bermanfaat bagi peningkatan kualitas dan produksi buah, khususnya pada jenis tanaman komersil (hortikultura). Partenokarpi buatan dapat diinduksi melalui aplikasi zat pengatur tumbuh seperti giberelin (Wijayanto, 2012).
Secara umum ada dua macam jenis buah, yaitu buah sejati (buah sungguh) dan buah semu. Buah sejati adalah buah yang terbentuk dari bakal buah.Pada buah sejati seluruh jaringannya berasal dari bakal buah. Pada buah sejati dapat dibedakan menjadi buah sejati tunggal kering, buah sejati basah dan buah sejati ganda. Buah sejati tunggal kering contohnya buah padi, jagung dan buah bunga matahari. Buah sejati tunggal basah contohnya buah mangga, alpukat, semangka dan papaya. Buah sejati ganda adalah buah terbentuk dari satu bunga yang memiliki banyak bakal buah. Masing-masing bakal buah tumbuh menjadi buah tersendiri, lepas-lepas, namun akhirnya menjadi kumpulan buah yang nampak seperti satu buah.Buah sejati ganda dibedakan menjadi empat jenis buah kurung ganda, buah batu ganda, buah bumbung ganda dan buah buni ganda (Sutopo, 2010).
Buah semu adalah buah yang terbentuk dari bakal buah dan bagian-bagian lain dari bunga. Contoh buah semu adalah arbei, nangka dan jambu mede. Bagian yang kita makan adalah daun-daun bunga (tenda bunga) yang tumbuh bersatu, menjadi tebal berdaging, manisdan berbau harum. Dinding buah yang sesungguhnya terdapat didalamnya (Mikrajuddin, 2007).
Buah dapat pula dibedakan menjadi tiga yaitu, buah tunggal, buah agregat, dan buah majemuk (buah berganda). Buah tunggal yaitu bila buah dibentuk oleh satu bakal buah, misalnya buah mangga. Buah agregat yaitu bila buah dibentuk oleh satu bakal buah dari satu bunga. Buah majemuk yaitu bila buah dibentuk oleh banyak bakal buah dari banyak bunga, misalnya buah nanas dan buah nangka (Tjahjadi, 2009).
Biji merupakan suatu struktur kompleks, yang terdiri dari embrio atau lembaga, kulit biji dan persediaancadangan  makanan. Dalam beberapa bijipada tumbuhan, makanan disimpan di dalam lembaga biji itu sendiri, pada tumbuhan lain, makanan disimpan dalam jaringan di sekililingnya (Aryuliana, 2011).
Biji adalah organ yang sangat menentukan kelangsungan generasi suatu jenis tumbuhan di alam. Bentuk dan ukuran biji, baik antar jenis maupun di dalam jenisnya sendiri sangat beragam (Mursidawati, 2012).




















BAB 3. METODE PRAKTIKUM
3.1.  Tempat dan Waktu
Praktium ini dilaksanakan di Laboratorium Agroteknologi Unit Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo, pada hari Selasa, 6 November 2018, pukul 08.00 WITA - selesai.
3.2.  Alat dan Bahan
Alat yang digunakan pada praktikum kali ini adalah buku catatan praktek, pensil, penghapus dan camera.
Bahan yang digunakan adalahkacang tanah (Arachis hypogeae L.), padi (Oryza sativa L.), jagung (Zea mays L.), nanas (Ananas comosus L.), jeruk (Cytrus sp.), mangga (Mangifera indica L.), kelapa (Cocos nucifera L.), salak (Salaca adulis L.), pepaya (Carica papaya L.), nangka (Arthocorpus integra L.) dan semangka (Citrullus lanatus).

3.3.  Prosedur Kerja
1.   Menggambar semua bahan beserta bagian-bagiannya secara jelas yakni buah dan biji.
2.     Menulis klasifikasi dan bahan-bahan tersebut.


BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil
Hasil pengamatan pada praktikum kali ini adalah dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel1. Gambar buah dan biji       
No.    
Nama
Gambar
Keterangan
1.
Kacang tanah
(Arachis hypoagea L.)

1.    Exocarp
2.    Mesocarp
3.    Biji
4.    Kulit ari
5.    Plimula
6.    Embrio
7.    Kotiledon

2.
Padi
(Orizasativa L.)

1.    Exocarp
2.    Mesocarp
3.    Gabah
4.    Palea
5.    Biji
6.    Lemna
3.
Jagung 
(Zea mays L.)

1.    Putik
2.    Mahkota bunga
3.    Kulit biji
4.    Embrio
5.    Exocarp
6.    Endocarp
7.    Mesocarp

4.
Nenas 
(Ananas comosus L.)

1.    Mahkota
2.    Exocarp
3.    Mesocarp
4.    Endocarp
5.    Kelopak
6.    Putik
7.    Tangkai putik

5.
Jeruk
(Cytrus sp.)

1.    Exocarp
2.    Mesocarp
3.    Biji
4.    Bunga karang
5.    Butir-butir
6.    Kulit biji
6.
Mangga
(Magniferaindica L.)

1.    Exocarp
2.    Mesocarp
3.    Endocarp
4.    Embrio
5.    Testa
7.
Pepaya
(Caricapapaya L.)

1.    Exocarp
2.    Mesocarp
3.    Plasenta
4.    Sarfofesta

8.
Kelapa
(Cocosnucifera L.)

1.    Exocarp
2.    Mesocarp
3.    Endocarp
4.    Daging buah
9.
Salak
(Salacaadulis L.)

1.    Exocarp
2.    Mesocarp
3.    Bji
4.    Embrio
5.    Dagingbuah
10.
Nangka
(Arthocarpusintegra L.)

1.    Mesocarp
2.    Exocarp
3.    Duri
4.    Tenda bunga
5.    Daging buah
6.    Tangkai buah
11.
Semangka
(citrullus lanatus)

1.    Exocarp
2.    Mesocarp
3.    Biji
4.    Embrio
5.    Daging buah

4.2.  Pembahasan
Buah terbentuk melalui pericarp buah yang berasal dari dinding ovary matang. Biji adalah ovule matang (mature) terbentuk dari satu atau lebih ovule yang  terdapat didalam satu ovary. Kulit buah tersusun atas lapisan exocarp yaitu lapisan terluardari pericarp (biasanya merupakan lapisan tipis ), mesocarp yaitu lapisan dibawah exocarp (satu atau lebih) dan kadang lebih tebal dan endocarp adalah lapisan terdalam, berdinding tebal dan mengeras pada saat matang. Tangkai bunga (pedicellus) berfungsi untuk menahan bagian-bagian bunga yang ada di bagian atapnya.Di atas tangkai bunga terdapat reseptakel yang berfungsi sebagai tempat menempelnya tangkai sari. Kelopak bunga (sepal) berfungsi untuk melindungi organ bunga bagian atap, terutama sebagai tempat untuk melekatnya mahkota bunga. Mahkota bunga (petal) berfungsi untuk menarik serangga agar membantu dalam proses penyerbukan dan fungsi adaptasi pada beberapa tanaman tertentu. Tangkai putik (stilus) berfungsi untuk menyangga kepala putik agar tetap  berada pada posisi yang telah ditentukan. Tangkai putik ini memiliki rongga atau saluran tabung serbuk sari yang merupakan tempat untuk lewatnya polen yang berasal dari kepala sari yang kemudian akan diteruskan menuju inti generatif (ovarium) untuk kemudian terjadinya pembuahan. Bakal buah (ovarium) berfungsi sebagai tempat terjadinya pembuahan, dimana terjadi peleburan antara gamet jantan dan juga gamet betina, sehingga dimungkinkan terbentuknya bakal buah.
Berdasarkan hasil praktikum yang dilakukan dapat diketahui bahwa kacang tanah (Arachis Hypogeae L.) merupakan buah sejati karena pada saat terbentuk buah tidak ada bunga yang terikut. Termasuk buah kering karena pada saat masak kadar airnya rendah. Bagian-bagiannya terdiri dari kulit buah (pericarp), mesocarp, dan tidak memiliki endocarp, pada biji nya ada yang dinamakan testa yaitu lapisan paling luar biji dan termasuk tanaman dikotil.
Jagung (Zea mays L.) dikategorikan sebagai buah semu karena pada saat terbentuk  buah ada bunga yang terikut. termasuk buah kering karena pada saat masak kadar airnya rendah. Bagian-bagiannya ada yang dinamakan kelopak dan pada satu biji jagung ada yang dinamakan testa yaitu lapisan terluar biji, endosperm, bembrio, radikal (calon akar) dan plumule (calon daun). Pada jagung ini jumlah putik menunjukkan jumlah biji yang terbentuk karena 1 putik akan mengantarkan 1 serbuk sari.
Padi (Oryza sativa L.) hampir sama dengan jagung dikategorikan sebagai buah semu karena pada saat terbentuk  buah ada bunga yang terikut. Termasuk buah kering karena pada saat masak kadar airnya rendah, bagian-bagian terdiri dari palea, lemna, dan rambut. Termasuk tanaman monokotil berkeping satu.
Salak (Salacca adulis L.) hampir sama dengan jagung dikategorikan sebagai buah semu karena pada saat terbentuk  buah ada bunga yang terikut. Bagian-bagiannya lengkap ada kulit buah (pericarp), mesocarp dan endocarp. Termasuk tanaman monokotil.
Jeruk (Cytrus Sp.) dikategorikan sebagai buah sejati karena pada saat terbentuk buah tidak ada bunga yang terikut. Bagian-bagiannya terdiri dari pericarp, plafedo (mengandung minyak astiri) dan albedo. Jeruk ini di dalamnya membentuk ruang dan nanti akan terdapat biji. Bagian-bagian biji terdiri dari testa (kulit ari) untuk melindungi kotiledon dan embrio secara keseluruhan. Termasuk tanaman dikotil (biji berkeping dua)
Nanas (Ananas comocus L.) dikategorikan sebagai buah semu karena pada saat terbentuk buah ada bunga yang terikut. Termasuk buah basah karena pada saat matang kandungan airnya tinggi. Termasuk buah majemuk karena terdiri dari beberapa bunga.
Kelapa (Cocus nucifera L.) dikategorikan sebagai buah batu karena lapisan terluar paling keras dan terdapat batok. Air dalam kelapa berasal dari dalam tanah, air masuk melalui kulit buah ujung karena pada saat masih mudah kulit ini belum mengeras jadi mudah sekali air untuk masuk kemudian pada saat tua airnya tidak dapat keluar lagi karena mengeras.
Mangga (Mangifera indica L.) dikategorikan sebagai buah basah karena pada saat matang kandungan airnya tinggi.Buah mangga ini terdiri dari 3 lapisan yaitu pericarp (kulit buah), mesocarp dan endocarp), karena memiliki 3 lapisan berarti tergolong buah batu. Biji nya terdiri dari testa, kotiledon dan embrio.
Pepaya (Carica papaya L.) dikategorikan sebagai buah basah karena pada saat matang kandungan airnya tinggi, terdapat plasenta yaitu tempat melekatnya biji, kemudian plasenta akan membentuk menjadi hilus dan bagian terluarnya da yang dinamakan sarkotesta, memiliki 2 lapisan yaitu pericarp dan mesocarp karena memili 2 lapisan berarti tergolong sebagai buah buni.
Nangka (Arthocorpus intergra L.) dikategorikan sebagai buah semu karena pada saat terbentuk buah ada bunga yang terikut, terdapat tenda bunga yang berfungsi untuk melindngi hampir sama dengan  jeruk termasuk tanaman biji berkeping dua (dikotil).
Semangka (Citrullus lanatus) merupakan buah sejati karena pada saat proses pembentukan buahnya tidak ada bagian bunga yang terikut. Buah semangka merupakan buah buni yang memiliki lapisan exocarp dan mesocarp.













BAB 5. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1.  Kesimpulan
Kesimpulan dari praktikum ini yaitu bahwa buah dan biji memiliki lapisan yang hampir sama ratanya tetapi juga memiliki bentuk biji yang berbeda-beda serta bentuk dan struktur. Buah terbentukmelalui pericarp buah yang berasal dari dinding ovary matang. Biji adalah ovule matang (mature) terbentuk dari satu atau lebih ovule yang terdapat didalam satu ovary. Kulit buah tersusun atas lapisan exocarp adalah lapisan terluar dari pericarp (biasanya merupakan lapisan tipis), mesocarp adalah lapisan dibawah exocarp (satu atau lebih) dan kadang lebih tebal, dan endocarp adalah lapisan terdalam, berdinding tebal dan mengeras pada saat matang. Kacang tanah (Arachis hypongea) merupakan buah sejati tunggal yang kering (siccus) yaitu buah sejati tunggal yang bagian luarnya keras dan mengayu seperti kulit yang kering. Buah jeruk (Citrus sp.) termasuk buah sejati tunggal berdaging dan berair, dengan dinding buahnya yang tebal. Nenas (Ananas comosus) termasuk buah buni majemuk yaitu jika bakal buah masing-masing bunga dalam bunga majemuknya membentuk suatu buni. Mangga (Mangifera indica) termasuk dalam golongan buah sejati tunggal yang berdaging. Pepaya (Carica papaya) merupakan buah sejati tunggal yaitu buah sejati yang terjadi dari satu bunga dengan satu bakal buah saja. Padi (O.sativa L.)  adalah buah sejati tunggal yang kering (siccus), yaitu buah sejati tunggal yang bagian luarnya keras dan mengayu seperti kulit yang kering. Salak (Salaca adulis L.) memiliki buah sejati tunggal bertipe buah batu berbentuk bulat sampai telur terbalik. Kelapa (Cocus nucifera L.) termasuk buah sejati tunggal yang berdaging (carnosus). Jagung (Zea mays L.) mempunyai bentuk, warna dan kandungan endosperm yang bervariasi tergantung pada jenisnya.
5.2.  Saran
Saran saya pada praktikum kali ini yaitu sebaiknya para praktikan lebih memperhatikan asisten yang sedang menjelaskan materi praktikum agar dapat mengetahui dan memahami apa yang dijelaskan.






DAFTAR PUSTAKA
Aryuliana. 2011. Teknologi Benih. Rineka Cipta. Jakarta.

Jhera. 2011. Buah dan Biji. www.jhera09.wordpress.com/2011/04/02/buah-dan-biji/. Diakses pada tanggal O7 November 2018.
Mikrajuddin. 2007. IPA Terpadu SMP. PT Erlangga. Jakarta

Mursidawati. 2012. Morfologi Buah dan Biji Rafflesia Patma dan R. Arnoldii. Jurnal Buletin Kebun Raya. 15 (1) : 21-30.
Published. 2015. Materi Biologi Buah dan Biji.http://www.slideshare.net/ayhiker hor/materi-biologi-buah-dan-biji. Diakses pada tanggal 06 November 2018.

Sutopo. 2010. Teknologi Benih. Fakultas Pertanian UNBRAW. Malang.

Tjahjadi. 2009. Morfologi Buah dan Biji.Gajah Mada Press.Yogyakarta.
Wijayanto. 2012. Respon Hasil Dan Jumlah Biji Buah Semangka (Citrullus Vulgaris) Dengan Aplikasi Hormon Giberelin (Ga3). Jurnal Agroteknos. 2 (1) : 57-62.























Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kegiatan keseharian dalam Menjalani Kehidupan Sebagai Mahasiswa

Saya akan menceritakan tentang kegiatan sehari-hari saya dalam menjalani aktivitas sebagai mahasiswa. Setiap hari saya bangun tidur pukul...